Malem ini gw ngerasa disamber petir.. pasalnya, seorang sahabat baik tiba-tiba melayangkan sms begini bunyinya:
Ririn cariin calon suami buat *****
Hkk… otak yang tadinya mumet ngadepin tugas jadi tambah sumpek baca sms barusan. Masalahnya gw nggak tahu harus ngapain? Setelah klarifikasi, ternyata dia seriusan 100 %. Bener-bener pengen nikah dan lagi ikhtiar nyari calon suami. Tapi yang gw heran, kenapa dia minta sama gw?? emangnya gw Dewi Amor yang bisa nembakin busur panah ke ikhwan-ikhwan kece buat tu anak?? emangnya gw biksu Tong yang bisa ngiket tali merah antara dia dan ikhwan lain?? atau gw seorang Gipsy yang bisa mantra-mantrain jodoh buat dia?? HAHAH.. yang pasti gw manusia biasa yang Cuma bisa bengong dalam hal ini.
Gak tahu kenapa, belakangan ini hidup gw dipenuhi dengan pembahasan tentang ‘menikah’, ‘cinta’, ‘pacaran’, ‘putus’, ditambah liat iklan prenagen di TV tiba-tiba kepengen hamil dan punya anak (Cuma pengen anaknya, gak pengen suaminya. Nah looh?? Stress kan ??!).
Dulu, gw sempet cemas karena murobyah gw nyinggung-nyinggung tentang nikah, dia bilang insyaAllah tahun ini. jujur sebenernya gw nggak seneng dia ngomong begitu, pasti gw bakal ngerasa kehilangan klo dia udah nikah nanti. Terus gw tancap nodong kakak angkat gw (caellaaah,, kakak angkat?? Berat banget kali pake diangkat segala?!! Wakakak), gw bilang, “Pokoknya jangan nikah dulu,, ntar aku kesepian..”. belum lama dari peristiwa itu, ada kabar salah satu senior gw mau walimahan. Senior yang lembutnya ampun-ampunan, yang mau nemenin gw kemana ajah.. yang ngedengerin gw nangis bombay kalo lagi berantem sama temen (hahah..childish bgt yak?). Kalo yang ini beneran,, mau merit sama senior gw juga di Psikologi. Satu orang akan menjauh..
Berikutnya, tiba-tiba.. gak tau ada angin dari mana. Gw dapet sms beginian dari sahabat deket.. dulu, hampir aja dia mau merit. Tapi untungnya gak jadi (loh? Untung??), coz dia ngaku belom siap.. nah, sekarang dia udah siap. Malah minta dicariin segala. Aduuuuhh.. gw bisa apa coba??!!!
Gak tau deh.. gw egois banget apa yah? Tapi, dengan mereka menikah.. satu per satu bakalan ninggalin gw sendirian. Ntar gw nggak punya temen. Adek gw sibuk juga sama pacarnya (males banget emang deh..gw doa’in biar Allah meluruskan jalan hidupnya. amin), orangtua sibuk sama kerjaannnya. Kalo mereka pergi, terus gw ama siapa?? Gw tahu banget ini pikiran yang sangat tidak matang dan kekanak-kanakan, tapi ini yang gw rasain. Mungkin gw bakal sedih banget kalo beberapa orang terdekat gw dinikahin ikhwan. Gw nggak tahu.. tapi gw sedih. Kalo gw menjerumuskan diri dengan pacaran, itu SINTING. Dan gak bakalan pernah gw lakuin.. naudzubilaaahhh.. gw harus gimana?? Hh, ini adalah SYSTER COMPLEX. Yayay.. gw penderitanya! Astaghfirullaaaah..
Murobyah gw pernah bilang, waktu gw menyatakan rasa cemburu sama calon suaminya nanti.. “Nanti kan Ririn punya temen baru kalo udah nikah juga.. suami Ririn.”
Suami?? Hahah.. kadang gw kepengen juga nikah, punya suami yang nemenin dan menghalau kegelisahan psikologis ini. Tapi, setelah gw pikir lagi.. tiba-tiba gw ngerasa takut. Im not ready yet.. gw bukan golongan penganut paham menikah dini (sejak kapan kayak beginian jadi paham???), tapi gw juga bukan golongan yang menghalalkan pacaran, apalagi pake ngerumusuin pacaran Islami (Cuma ngakak gw, ada yang mempublikasikan dirinya lagi pacaran ala Islam,, hahahahyy.. neurotis banget). okeh okeeeh.. gw nggak tahu gimana caranya nutup edisi curcol ini. yang pasti, usia gw makin tua.. sekarang aja, gw udah masuk ke tahap dewasa awal. Tahap di mana tugas perkembangan selanjutnya; mencari pasangan hidup dan belajar hidup dengan pasangan, memulai hidup baru, membesarkan anak, membentuk keluarga, mandiri secara emosional dan materiil (aiih, apal juga otak gw. heheh). Ya, siap nggak siap, kita semua bakal menghadapi masa itu. masa yang menurut gw cukup menyeramkan.. waallahualam..
privat room.,
all about my world., just for fun, jus for share, because i can't really talk very well. just thinking and writting anymore
Selasa, 26 April 2011
Selasa, 12 April 2011
hasil survey pengawasan media
Berdasarkan hasil diskusi bersama guru SD, dalam rangka survey penelitian "Literasi media pada anak sekolah dasar", pada umumnya media dipahami sebagai alat untuk membantu pembelajaran. Media merupakan benda tidak bergerak yang bisa menimbulkan efek positif maupun negatif, tergantung dari pemakaian seorang. Guru mengakui bahwa media bukan lagi barang mewah. Kini media telah erat dalam kehidupan anak, bahkan melekat di keseharian mereka. terdapat media cetak dan media elektronik, para guru mengatakan media elektronik jauh lebih erat di kehidupan anak. hal ini disebabkan minimnya budaya baca, juga kurangnya faktor pembiasaan dari orang tua. Berikut adalah media yang diyakini paling sering dikonsumsi anak:
1. TV
2. Game online
3. Playstation
4. Internet
5. Handphone
6. Komputer/Leptop
7. Game tendo
Anak biasa mengonsumsi media di wakto sore, umumnya menonton tv selama dua jam. Hal itu dilakukan pada hari sekolah. Anak akan lebih leluasa menggunakan media pada hari libur, khususnya untuk menonton TV, aktivitas ini dapat dilakukan satu hari non-stop. Para guru cenderung tidak mengetahui aktivitas anak di luar sekolah dan rumah. Mereka yakin anak telah mengonsumsi internet, playstation, dan game online, namun tidak tahu konten yang dikonsumsi anak. penggunaan handphone hanya sebatas pada anak kelas menengah ke atas. Peraturan sekolah melarang anak membawa handphone, kecuali dengan izin khusus. Namun demikian, beberapa anak sering melanggar peraturan, dan pernah terjadi kasus penyalahgunaan handphone untuk tindak asusila, yakni melihat tayangan pornografi. Hal ini sangat disayangkan terjadi pada Siswa SD, sebagai generasi bangsa yang seharusnya mengenyam pendidikan dengan akhlak berkualitas.
Sumber informasi penggunaan media pada anak sebagian besar dari teman, selain itu dari informasi yang berkembang di masyarakat, serta proses belajar otodidak.. hanya sedikit anak yang mengetahui media dari saudara, bahkan tidak ada guru yang mengatakan sumber informasi yang berasal dari orang tua atau keluarga.
Para guru cenderung kurang mengawasi aktivitas anak dalam mengonsumsi media. Mereka cenderung membatasi peran di lingkungan sekolah saja. Pendidikan media pun belum disampaikan dengan baik, baru sebatas nasihat atau perkataan biasa. Materi tentang media yang tercakup dalam sub materi globalisasi sudah diberikan di kelas 4, 5, dan 6. Sehingga, pendidikan media menjadi satu dalam materi tersebut.
Sebagian besar guru SD belum mengetahui konsep literasi media, sehingga penyampaian pendidikan media pada anak pun hanya dilaksanakan alakadarnya. Mereka menghendaki adanya kerjasama berbagai pihak, yaitu sekolah, keluarga, dan pemerintah. Guru juga menekankan pentingnya pendidikan moral dan agama untuk membentengi anak dari gencaran media yang tidak bertanggung jawab.
1. TV
2. Game online
3. Playstation
4. Internet
5. Handphone
6. Komputer/Leptop
7. Game tendo
Anak biasa mengonsumsi media di wakto sore, umumnya menonton tv selama dua jam. Hal itu dilakukan pada hari sekolah. Anak akan lebih leluasa menggunakan media pada hari libur, khususnya untuk menonton TV, aktivitas ini dapat dilakukan satu hari non-stop. Para guru cenderung tidak mengetahui aktivitas anak di luar sekolah dan rumah. Mereka yakin anak telah mengonsumsi internet, playstation, dan game online, namun tidak tahu konten yang dikonsumsi anak. penggunaan handphone hanya sebatas pada anak kelas menengah ke atas. Peraturan sekolah melarang anak membawa handphone, kecuali dengan izin khusus. Namun demikian, beberapa anak sering melanggar peraturan, dan pernah terjadi kasus penyalahgunaan handphone untuk tindak asusila, yakni melihat tayangan pornografi. Hal ini sangat disayangkan terjadi pada Siswa SD, sebagai generasi bangsa yang seharusnya mengenyam pendidikan dengan akhlak berkualitas.
Sumber informasi penggunaan media pada anak sebagian besar dari teman, selain itu dari informasi yang berkembang di masyarakat, serta proses belajar otodidak.. hanya sedikit anak yang mengetahui media dari saudara, bahkan tidak ada guru yang mengatakan sumber informasi yang berasal dari orang tua atau keluarga.
Para guru cenderung kurang mengawasi aktivitas anak dalam mengonsumsi media. Mereka cenderung membatasi peran di lingkungan sekolah saja. Pendidikan media pun belum disampaikan dengan baik, baru sebatas nasihat atau perkataan biasa. Materi tentang media yang tercakup dalam sub materi globalisasi sudah diberikan di kelas 4, 5, dan 6. Sehingga, pendidikan media menjadi satu dalam materi tersebut.
Sebagian besar guru SD belum mengetahui konsep literasi media, sehingga penyampaian pendidikan media pada anak pun hanya dilaksanakan alakadarnya. Mereka menghendaki adanya kerjasama berbagai pihak, yaitu sekolah, keluarga, dan pemerintah. Guru juga menekankan pentingnya pendidikan moral dan agama untuk membentengi anak dari gencaran media yang tidak bertanggung jawab.
Rabu, 16 Maret 2011
Onta Serang
Ampun banget deh.. gw punya temen namanya Kamelia Septi Puspitasari. Coba lw bayangin, dia adalah manusia setengah waras-setengah gila. Gw aja heran, kenapa Allah menciptakan makhluk kayak gitu. Dia temen sekelas gw di Psikologi Undip. Gayanya lumayan asik, tampilannya sok gaul, dan lagaknya 100 % stress!
Tiap kalimat yang dia ucapkan mengandung petasan korek api murahan yang bikin dar-der-dor (apa sih, maksud gw??!!). kalo dia ngomong, jarak lima meter aja orang udah bisa denger. Tiap dia ngucapin satu kata plus belagak dodol dikit, udah bikin orang ketawa-ketiwi. Apalagi klo seharian hidup sama ni orang.. gw nggak bisa bayangin, gimana sakitnya perut gw karena ketawa mulu.
Dia setan paling berbahaya kalo lagi kuliah. Gw saranin baik-baik, jangan pernah duduk di sebelah KAMELIA kalo lagi kuliah. Alamat lw nggak bakal konsentrasi dan bawaannya ngakak mulu. Emang ni orang taraf stressnya udah akut banget. Pernah suatu saat, dia ngomong ke dosen dengan lagak sok gaul dan pake ngeluarin kata “Si Rini”. Ya jelas-jelas di semprot laaah… pernah juga, dia jadi leader of the weak pas DETEPE. Apa yang dia lakuin??!! Gw rasa, ice breakingnya basi banget. Berhubung dia yang bawain, entah kenapa kelas jadi kayak mau roboh gara-gara ketawa semua. Gw nggak ngerti.. bener-bener nggak ngerti. Apa ada gangguan di otaknya? Sampe-sampe setiap geraknya bikin orang ngakak.
Siap-siap pasang muka tembok kalo jalan bareng dia. Iseng banget, manggil orang di pinggir jalan dengan sebutan, “Khadijah”, atau “Aisah..” ato apalaaahh… gila! Padahal sama sekali nggak kenal orangnya. Pernah lagi, waktu dia mencak-mencak ngeluhin cara bawa motor gw yang super canggih, hampir nabrak terotoar.. itu saking takutnya gw, karena di belakang ada bus gede. Alhasil, kondekturnya ngakak ngetawain kita. apppeesss… udah malu karena gw lebih lemot dari kura-kura dalam hal mengendarai motor, ditambah dia marah-marah sambil ngambil alih kendali..”Udah, aku aja yang bawa motornya! Kemampuan motoriknya jelek sih!” hahah. Gw Cuma bisa mesem. Emang gw akuin, untuk hal-hal yang melibatkan fisik dan motorik.. gw bodoh banget!.
Lebih gila lagi, dia pernah ngelaksonin dua ikhwan senior dari Fakultas lain. waktu itu, gw dibonceng, ya.. sekitar jam 7 malem gitu.. di depan motor kita, ada ikhwan boncengan pake motor bebek. Geli liat ikhwan yang dibelakang, abis aneh banget. makan coki-coki sambil ngegelayutin kaki.. serius, menurut gw, tahap perkembangannya bermasalah.. gw tau orang itu, yang pernah ngetawain gw karena lupa kelahiran Rasul. heheh… si Kamel langsung bikin ulah, mensejajarkan motor kita sama motor mereka.. terus ngelaksonin nggak jelas. Sumpah ya… sumpah.. gw maluuuu. Gw berdoa banyak-banyak..”Ya Allah, semoga orang itu nggak liat gw, ato udah ngelupain gw selama-lamanya! Amin!”
Gara-gara ni anak, gw jadi ketularan eror. Gw, anak yang terkenal manis, lembut, n cool kayak es kulkul. Perlahan berubah jadi kayak tukul..(?) gw anak eksis perlahan jadi kena kudis (??). Gw anak alim pelan-pelan jadi gokil. Gw yang biasanya kebanyakan mikir, pelan-pelan jadi cair.. tapi pelan-pelan juga bikin gw nggak konsentrasi. huaaaa… dialah alasan terkuat kenapa gw berubah jadi ringsek! (???) apaan lagi nih?? hahah..
Tapi… Kamel, si onta dari Serang itu, kadang otaknya lempeng juga kaya tumpeng. Biar lagaknya ampun, selengan abis… tapi, bagi gw dia lumayan istiqomah. Terlepas dari apapun tingkah gilanya. Dia cukup bijak menyikapi hidup. gw nggak nyangka aja, waktu bicara banyak tentang pacaran. Dia mengukur segala sesuatunya dengan pertimbangan Agama, realita, dan teori. Kaget juga dia punya pandangan hidup berbeda. Dengan gaya khasnya, dia telah beramal untuk umat. Orang yang konsisten sama tugas.. orang yang care dan supel setengah mati. Temennya banyaaaaak banget.
Dia yang ngajarin gw berinteraksi dan sosialisasi. Dia n temen-temen perlahan bikin gw sedikit terbuka. Dulu, gw anak paling defen, introvert, dingin, jutek.. terlalu to the point. Ampun banget deh! Setelah kenal dia n temen-temen yang lain, sedikit banyak gw jadi berubah. Bahkan berubah banget! gw yang biasanya memproses guyonan pake mikir, sekarang udah ngerti gimana caranya ngecengin orang. heheh..
gw yang biasanya ngomong seperlunya, sekarang jadi ampun.. cerewet gila! Gw yang to the point, jadi pelan-pelan bisa ngendaliin diri dalam mengungkapkan sesuatu.
Dia yang bikin gw mau berorganisasi. Dengan simple bilang, “Belajar itu nggak Cuma dari buku, Rin.. hidup itu Cuma sekali, nikmatin baik-baik!” simple.. simple.. tapi, justru omongan kayak gitu yang menggerakan kaki gw untuk melangkah.. nggak kayak omongan mbak-mbak senior yang terlalu mengawang, bilang ‘dakwahlah..’ ‘kepentingan umatlah..’ apapun itu yang sifatnya begitu idealis dan tidak factual, nggak bisa dicerna sama otak gw yang mungkin terlalu dangkal waktu itu..
Entahlah.. sekarang gw tahu, kenapa Allah menciptakan manusia setengah waras-setengah gila ini.. mungkin, salah satunya.. buat bantu gw dalam berinteraksi.. emang nggak Cuma dia sih.. tapi dia punya peran gede bgt dalam mengubah karakter gw yang defend.
Hmhm.. Semarang, ngasih gw banyak hal baru.. Semarang pertemukan gw sama orang-orang aneh tapi ajaib. Semarang merubah gw dengan sangat cepat! Sangat berbeda! ^^
Tiap kalimat yang dia ucapkan mengandung petasan korek api murahan yang bikin dar-der-dor (apa sih, maksud gw??!!). kalo dia ngomong, jarak lima meter aja orang udah bisa denger. Tiap dia ngucapin satu kata plus belagak dodol dikit, udah bikin orang ketawa-ketiwi. Apalagi klo seharian hidup sama ni orang.. gw nggak bisa bayangin, gimana sakitnya perut gw karena ketawa mulu.
Dia setan paling berbahaya kalo lagi kuliah. Gw saranin baik-baik, jangan pernah duduk di sebelah KAMELIA kalo lagi kuliah. Alamat lw nggak bakal konsentrasi dan bawaannya ngakak mulu. Emang ni orang taraf stressnya udah akut banget. Pernah suatu saat, dia ngomong ke dosen dengan lagak sok gaul dan pake ngeluarin kata “Si Rini”. Ya jelas-jelas di semprot laaah… pernah juga, dia jadi leader of the weak pas DETEPE. Apa yang dia lakuin??!! Gw rasa, ice breakingnya basi banget. Berhubung dia yang bawain, entah kenapa kelas jadi kayak mau roboh gara-gara ketawa semua. Gw nggak ngerti.. bener-bener nggak ngerti. Apa ada gangguan di otaknya? Sampe-sampe setiap geraknya bikin orang ngakak.
Siap-siap pasang muka tembok kalo jalan bareng dia. Iseng banget, manggil orang di pinggir jalan dengan sebutan, “Khadijah”, atau “Aisah..” ato apalaaahh… gila! Padahal sama sekali nggak kenal orangnya. Pernah lagi, waktu dia mencak-mencak ngeluhin cara bawa motor gw yang super canggih, hampir nabrak terotoar.. itu saking takutnya gw, karena di belakang ada bus gede. Alhasil, kondekturnya ngakak ngetawain kita. apppeesss… udah malu karena gw lebih lemot dari kura-kura dalam hal mengendarai motor, ditambah dia marah-marah sambil ngambil alih kendali..”Udah, aku aja yang bawa motornya! Kemampuan motoriknya jelek sih!” hahah. Gw Cuma bisa mesem. Emang gw akuin, untuk hal-hal yang melibatkan fisik dan motorik.. gw bodoh banget!.
Lebih gila lagi, dia pernah ngelaksonin dua ikhwan senior dari Fakultas lain. waktu itu, gw dibonceng, ya.. sekitar jam 7 malem gitu.. di depan motor kita, ada ikhwan boncengan pake motor bebek. Geli liat ikhwan yang dibelakang, abis aneh banget. makan coki-coki sambil ngegelayutin kaki.. serius, menurut gw, tahap perkembangannya bermasalah.. gw tau orang itu, yang pernah ngetawain gw karena lupa kelahiran Rasul. heheh… si Kamel langsung bikin ulah, mensejajarkan motor kita sama motor mereka.. terus ngelaksonin nggak jelas. Sumpah ya… sumpah.. gw maluuuu. Gw berdoa banyak-banyak..”Ya Allah, semoga orang itu nggak liat gw, ato udah ngelupain gw selama-lamanya! Amin!”
Gara-gara ni anak, gw jadi ketularan eror. Gw, anak yang terkenal manis, lembut, n cool kayak es kulkul. Perlahan berubah jadi kayak tukul..(?) gw anak eksis perlahan jadi kena kudis (??). Gw anak alim pelan-pelan jadi gokil. Gw yang biasanya kebanyakan mikir, pelan-pelan jadi cair.. tapi pelan-pelan juga bikin gw nggak konsentrasi. huaaaa… dialah alasan terkuat kenapa gw berubah jadi ringsek! (???) apaan lagi nih?? hahah..
Tapi… Kamel, si onta dari Serang itu, kadang otaknya lempeng juga kaya tumpeng. Biar lagaknya ampun, selengan abis… tapi, bagi gw dia lumayan istiqomah. Terlepas dari apapun tingkah gilanya. Dia cukup bijak menyikapi hidup. gw nggak nyangka aja, waktu bicara banyak tentang pacaran. Dia mengukur segala sesuatunya dengan pertimbangan Agama, realita, dan teori. Kaget juga dia punya pandangan hidup berbeda. Dengan gaya khasnya, dia telah beramal untuk umat. Orang yang konsisten sama tugas.. orang yang care dan supel setengah mati. Temennya banyaaaaak banget.
Dia yang ngajarin gw berinteraksi dan sosialisasi. Dia n temen-temen perlahan bikin gw sedikit terbuka. Dulu, gw anak paling defen, introvert, dingin, jutek.. terlalu to the point. Ampun banget deh! Setelah kenal dia n temen-temen yang lain, sedikit banyak gw jadi berubah. Bahkan berubah banget! gw yang biasanya memproses guyonan pake mikir, sekarang udah ngerti gimana caranya ngecengin orang. heheh..
gw yang biasanya ngomong seperlunya, sekarang jadi ampun.. cerewet gila! Gw yang to the point, jadi pelan-pelan bisa ngendaliin diri dalam mengungkapkan sesuatu.
Dia yang bikin gw mau berorganisasi. Dengan simple bilang, “Belajar itu nggak Cuma dari buku, Rin.. hidup itu Cuma sekali, nikmatin baik-baik!” simple.. simple.. tapi, justru omongan kayak gitu yang menggerakan kaki gw untuk melangkah.. nggak kayak omongan mbak-mbak senior yang terlalu mengawang, bilang ‘dakwahlah..’ ‘kepentingan umatlah..’ apapun itu yang sifatnya begitu idealis dan tidak factual, nggak bisa dicerna sama otak gw yang mungkin terlalu dangkal waktu itu..
Entahlah.. sekarang gw tahu, kenapa Allah menciptakan manusia setengah waras-setengah gila ini.. mungkin, salah satunya.. buat bantu gw dalam berinteraksi.. emang nggak Cuma dia sih.. tapi dia punya peran gede bgt dalam mengubah karakter gw yang defend.
Hmhm.. Semarang, ngasih gw banyak hal baru.. Semarang pertemukan gw sama orang-orang aneh tapi ajaib. Semarang merubah gw dengan sangat cepat! Sangat berbeda! ^^
Langganan:
Postingan (Atom)